Latest Entries »

Belakangan ini, rubik menjadi daya magnet tersendiri khusunya di kalangan anak muda. Tak tau apa penyebabnya namun tiba-tiba saja akhir-akhir ini “demam rubik” semakin mengila di Indonesia. Tak hanya para kaum muda, namun kaum tua pun giat mengerahkan kemampuannya untuk memecahkan “kubus ajaib” ini.

Kubus Rubik (atau yang lebih dikenal dengan istilah rubik saja) adalah sebuah puzzle 3D yang ditemukan oleh oleh pemahat dan profesor arsitek Hungaria, Ernő Rubik pada tahun 1974. Kubus rubik yang pertama kali dibuat adalah rubik 3×3. Pada pertengahan tahun 1970-an, Ernő Rubik bekerja di Departemen Desain Interior pada Academy of Applied Arts and Crafts di Budapest. Ia berusaha mencari alat pengajaran untuk membantu murid-muridnya memahami objek 3D. Rubik ciptaannya, awalnya disebut “Magic Cube”. Kemudian “Magic Cube” ini dilisensikan oleh Rubik dan dijual oleh Ideal Toys tahun 1980 dan memenangkan Germany Game of The Year, meraih penghargaan khusus untuk teka-teki terbaik tahun itu.

Kubus terbuat dari plastik dan terdiri atas 26 kubus kecil yang berputar pada poros yang terlihat. Setiap sisi dari kubus ini memiliki sembilan permukaan yang terdiri dari enam warna yang berbeda. Ketika teka-teki ini terpecahkan, setiap sisi dari kubus ini memiliki satu warna dan warna yang berbeda dengan sisi lainnya.

Kubus ini dibuat kembali dan dipasarkan di kawasan eropa pada Mei, 1980. Rubik’s dianggap merupakan mainan yang laris banyak terjual di dunia, dengan sekitar 300 juta kubus Rubik’s termasuk imitasinya terjual.

  • Macam-Macam Rubik

1x3x3 Floppy Cube

Cube 2×2

Cube 3×3

Cube 3x3x4

Cube 4×4

Cube 5×5

Cube 6×6

Cube 7×7

Rubrik’s World

Twist Limited Puzzle

Rubik’s Brain Racker

Rubik’s Tactoe

Rubik’s Magic Puzzle

Rubik’s Sudoku Puzzle

Rubik’s 360

Multicube Double

Multicube Triple

Multicube Quadruple

Megaminx Twisty Puzzle

Colored Puzzle Ball

Pillowed Mastermorphix

Pillowed Mastermorphix II Puzzle Cubes

Tetraminx

Pyraminx

Double Pyraminx

Pineapple Magic Rubik Cube Puzzle

Square 1 Magic Cube

SUPER SQUARE-1 Magic Cube

Skewb Puzzle Cube

Skewb Diamond Puzzle Cubes

Void Cube 3x3x3

Siamese Rubik’s Cubes

Square King

Mirror

Rubik Digital

Rubik’s Cube Alarm Clock With Thermometer


Kemajuan teknologi khususnya dibidang informasi saat ini berkembang secara pesat. Misalnya; adanya HP (handphone), komputer, internet dan lain sebagainya.  Seperti halnya pertemanan kita di mulai dari akibat kemajuan teknologi yaitu internet. Diantara manfaat yang dapat diperoleh dari kemajuan teknologi adalah penggunaan perangkat lunak (software) pendidikan seperti program-program pengetahuan dasar membaca, berhitung, sejarah, geografi, dan sebagainya. Tambahan pula, kini perangkat pendidikan ini kini juga diramu dengan unsur hiburan (entertainment) yang sesuai dengan materi, sehingga user semakin suka. Manfaat lain yang bisa diperoleh adalah lewat program aplikasi berbentuk games yang umumnya dirancang untuk tujuan permainan dan tidak secara khusus diberi muatan pendidikan tertentu. Beberapa aplikasi games dapat berupa petualangan, pengaturan strategi, simulasi, dan bermain peran (role-play).

Komputer dan Internet

Komputer dan internet merupakan satu bagian yang tidak dapat dipisahkan. Kebutuhan akan informasi menjadikan internet lebih disukai oleh banyak kalangan. Terlebih dengan munculnya berbagai situs jejaring sosial seperti facebook dan twitter.  Dalam dunia pendidikan, komputer sangat berpengaruh dalam proses belajar seorang anak, akan melahirkan suasana yang menyenangkan bagi anak. Gambar-gambar dan suara yang muncul juga membuat anak tidak cepat bosan, sehingga dapat merangsang anak mengetahui lebih jauh lagi. Sisi baiknya, anak dapat menjadi lebih tekun dan terpicu untuk belajar berkonsentrasi.

Namun, sisi negatif dari penggunaan komputer tak juga bisa diabaikan. Salah satunya adalah dari kemungkinan anak, kemungkinan besar tanpa sepengetahuan orangtua, ‘mengkonsumsi’ games yang menonjolkan unsur-unsur seperti kekerasan dan agresivitas. Banyak pakar pendidikan mensinyalir bahwa games beraroma kekerasan dan agresif ini adalah pemicu munculnya perilaku-perilaku agresif dan sadistis pada diri anak. Pengaruh negatif lain, adalah terbukanya akses negatif anak dari penggunaan internet. Mampu mengakses internet sesungguhnya merupakan suatu awal yang baik bagi pengembangan wawasan anak. Sayangnya, anak juga terancam dengan banyaknya informasi buruk yang membanjiri internet. Meski demikian, mengajarkan internet bagi anak di zaman sekarang merupakan hal penting. Hanya saja, demi mencegah dampak negatifnya, ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh orangtua, yaitu:

  1. Orangtua yang mengenalkan internet pada anak berarti pula mengenalkan manfaatnya dan tujuan penggunaan internet. Karena itu, orangtua terlebih dahulu harus ‘melek’ akan media informasi dan tidak gaptek.
  2. Menggunakan software yang dirancang khusus untuk melindungi ‘kesehatan’ anak. Misalnya saja program nany chip atau parents lock yang dapat memproteksi anak dengan mengunci segala akses yang berbau seks dan kekerasan.
  3. Meletakkan komputer di ruang publik rumah, seperti ruang keluarga, dan bukan di dalam kamar anak. Meletakkan komputer di dalam kamar anak, akan mempersulit orangtua dalam hal pengawasan. Anak bisa leluasa mengakses situs porno atau menggunakan games yang berbau kekerasaan dan sadistis di dalam kamar terkunci. Bila komputer berada di ruang keluarga, keleluasaannya untuk melanggar aturan pun akan terbatas karena ada anggota keluarga yang lalu lalang.

Menimbang untung ruginya mengenalkan komputer pada anak, pada akhirnya memang amat tergantung pada kesiapan orangtua dalam mengenalkan dan mengawasi anak saat bermain komputer.

Itulah jargon (slogan resmi) yang sering digembar-gemborkan oleh Direktorat Jendral (Dikjen) Pajak di berbagai media informasi. Slogan tersebut menghimbau untuk kepada seluruh warga negara Indonesia untuk membayar pajak. “Orang Bijak Bayar Pajak”. Setiap orang pasti ingin menjadi orang yang bijak. Namun, kalau untuk untuk membayar pajak…? Mungkin, kita akan pikir-pikir terlebih dahulu. Buat apa kita membayar pajak ???? Jika hanya untuk membuat orang pajak menjadi kaya.

Beberapa minggu ini, DirJen Pajak mendadak menjadi heboh. Hal tersebut dikarenakan salah satu pegawainya menjadi AKTOR UTAMA dalam Makelar Kasus (Markus) di instansinya. Siapakah Dia ???

This Is It!!!

GayusGAYUS TAMBUNAN

Siapa yang tidak mengenal dengan nama Gayus Tambunan.   Ia menjadi famous di Seluruh Indonesia, bahkan di luar negeri. Fotonya terpampang di berbagai media masa. Banyak orang yang mencari dan bertemu dengannya. Koq bisa? Mang, siapa dia?

Gayus Halomoan P. Tambunan merupakan pegawai Direktorat Jenderal Pajak golongan IIIA, yang disebut oleh mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Komisaris Jenderal Susno Duadji yang terlibat dalam kasus pajak sebesar 25 Miliar. Sebelum menikah, Gayus tinggal di sebuah rumah di Jl. Warakas I/23,Kelurahan Papanggo, Kecamatan Priok, Jakarta Utara. Gayus kini tinggal di kawasan ellite Gading Park ViewBlok ZE Nomor I. Harganya ditaksir miliaran rupiah.

Sejak namanya disebut oleh mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Komisaris Jenderal Susno Duadji, yang menyebutkan keberadaan markus pajak di tubuh Polri.Gayus menjadi orang yang paling dicari di negara ini.  Gayus Tambunan kini berstatus terdakwa dan sedang disidangkan di PN Tangerang. Berdasarkan penyidikan yang telah dan sedang dilakukan polisi, dari total dana Rp25 miliar di rekening Gayus, hanya Rp395 juta yang memenuhi unsur pidana. Sisanya yang semula diblokir polisi di kemudian hari dilepas blokirnya juga oleh polisi. Dana itulah yang kabarnya mengalir ke kantong sejumlah petinggi kepolisian dan para penyidik kasus tersebut. Tidak tanggung-tanggung, menurut dugaan Susno, dua perwira tinggi bintang satu turut menikmati uang itu.
Mereka adalah Brigjen Edmon Ilyas, yang sekarang menjabat Kapolda Lampung, dan Brigjen Raja Erizman, yang kini menduduki posisi Direktur II Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri.

Susno tentu tidak asal menuding. Orang sekelas Susno, perwira tinggi polisi bintang tiga, tentu tahu dan paham benar perbedaan antara fitnah dan indikasi adanya pelanggaran hukum beserta konsekuensinya. Makelar kasus atau mafia hukum dan sejenisnya bukanlah perkara baru. Akan tetapi, inilah persoalan yang bisa dirasakan, namun selalu tidak diakui, dan amat sulit untuk dibongkar. Padahal, pembusukan hukum di Republik ini akan terus terjadi salah satunya karena adanya permufakatan jahat antara aparat penegak hukum dan pihak-pihak lain yang ingin mengangkangi peraturan.

Hukum di negeri ini busuk karena keadilan dapat diperjualbelikan. Itu sebabnya, semua lembaga penegak hukum di negeri ini terkenal korup. Itu pula yang membuat Indonesia memperoleh predikat negara terkorup se-Asia Pasifik menurut versi terbaru Political and Economic Risk Consultancy (PERC). Dalam konteks itu, persoalan tidak boleh difokuskan kepada sosok Susno dan mencari ‘motifnya’, seperti mengapa baru sekarang dia mengungkapkan makelar kasus di kepolisian.

‘Nyanyian’ Susno itu justru hendaknya menjadi pemicu semua lembaga penegak hukum, termasuk kepolisian, untuk introspeksi dan berbenah diri. Karena itu, apa yang dibeberkan Susno seharusnya direspons secara positif dan kreatif, bukan reaktif dan negatif. Bukan pula, justru memperuncing pertikaian internal di lingkungan Polri. Langkah yang diambil Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, yaitu mendorong KPK untuk segera menyelidiki makelar kasus di jajaran Polri, merupakan salah satu bentuk respons yang positif.

Sukses tidaknya pemberantasan mafia hukum sangat bergantung kepada keberanian Polri untuk mereformasi diri sendiri, termasuk menindak dan membersihkan jajaran mereka. Hal yang selalu digaungkan, tetapi masih jauh panggang dari api dalam kenyataan. Tanpa komitmen nyata membersihkan diri sendiri, upaya memberangus makelar kasus sebagai bagian dari reformasi di tubuh Polri hanya akan mati suri karena terkekang oleh arogansi institusi.

Karena itu, sebagai bentuk menyatakan pendapat dan perasaan, telah ditipu dan dikhianati, kemarahan publik yang tercetus dalam gerakan boikot pajak adalah gerakan yang wajar.

Wajar dalam batas peringatan bahwa pelanggaran oleh oknum pajak terhadap pajak yang dibayar publik bisa menimbulkan kekecewaan yang berdampak fatal. Yaitu mereka tidak mau membayar pajak karena pajak yang dibayar dengan susah payah dikorup seenaknya melalui sindikat yang melibatkan aparat pajak itu sendiri.

Namun, tetap penting untuk menjaga agar gerakan itu terkendali. Jangan sampai ia menjadi gerakan untuk menolak membayar pajak. Karena kalau itu muaranya, ia setali tiga uang dengan gerakan melanggar hukum. Yang harus dilakukan adalah membuat gerakan itu menjadi pengawas dan penekan agar kasus Gayus diusut tuntas.

Di sisi lain, aparat pajak secara internal juga harus benar-benar membersihkan diri. Seret seluruh oknum dan birokrat pajak yang terlibat dalam permainan ini.

Kalau memang Kantor Pajak biang maling, apa tidak sebaiknya iklan anjuran wajib pajak di TV itu kita balik aja gini:

” Sudah Bayar Pajak? Aduh Goblog Banget Elo, Pake Bayar Segala! Apa kata Dunia?! “

Sent from my Nokia 5310Xpress Music® powered by

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.